SINARPAGIAKTUAL.COM – (Nias Utara): Sampai saat ini  masih ada masyarakat yang belum menikmati pembangunan di Kecamatan Lahewa Timur, Nias Utara, yakni Desa Lawowaga, dan Me’afu. Selain belum ada pembangunan infrastruktur jalan, juga belum dialiri listrik. Demikian dikatakan Camat Lahewa Timur Septianus Gea, Rabu lalu di kantornya.

Karena belum adanya pembangunan jalan, kata Septianus warga di kedua desa tersebut sangat terbelakang di berbagai sektor. Dua desa di Kecamatan Lahewa Timur yaitu Desa Lawowaga, dan Me’afu, hingga kini belum ada pembangunan jalan, yang bisa dilalui kendaraan roda empat ataupun roda dua, katanya.

Septianus menjelaskan, pembangunan jalan khususnya di kedua desa tersebut, telah sering diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui musyawarah rencana pembangunan desa (Musrembangdes), mulai dari tingkat desa, dan kecamatan. Namun, belum ada realisasi.

Dengan adanya pembangunan, khususnya pengaspalan jalan, maka masyarakat yang sebagian besar bermata pencarian petani, dapat menjual hasil pertaniannya ke kota, dan warga juga terbebas dari keterisoliran,” terangnya.

Selain belum ada pembangunan infrastruktur jalan, khususnya kedua desa yang sampai saat ini terisolasi itu, juga belum ada penerangan listrik dari PT Perum Listrik Negara (PLN). Sehingga, jika dibandingkan dengan kehidupan masyarakat di desa lainnya, kedua desa tersebut sangat terbelakang dari berbagai sektor.

Adapun ketujuh desa yang ada di wilayah Kecamatan Lahewa Timur yaitu, Desa Tefa’, Muzi, Tugala lauru, Tete Srwi, Lawowaga, Me’afu, Lukhu Lase. Dengan jumlah jiwa lebih kurang 11 ribu. Fasilitas umum yang ada di Lahewa Timur, yaitu 16 unit SD, 3 SMP dan 1 SMK, serta rumah ibadah.

Septianus berharap kepada Pemerintah Nias Utara, supaya memperhatikan kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terealisasi. Namun demikian, kata Septianus diimbau kepada seluruh masyarakat, supaya bersabar, dan menciptakan suasana harmonis di tengah-tengah masyarakat. (Fesianus Ndraha)