SINARPAGIAKTUAL – (NIAS): Polemik pendistribusian beras rastra yang tidak layak dikonsumsi di Pulau Nias turut ditanggapi oleh Pakar Hukum Administrasi Negara, Dr. Ali Yusran Gea, SH. Mkn. MH. Beliau menyampaikan rasa kekecewaan terhadap pelayanan Bulog yang tidak profesional mengelola beras Rastra.

“Saya sedih mendengar nya, karena sampai berani nya Bulog mendistribusikan beras rastra yang berkualitas buruk kepada masyarakat,” Ujar Ali Yusran kepada wartawan, Sabtu

Ia juga menegaskan bahwa tindakan serta kecerobohan Bulog Gunungsitoli ini merupakan pelanggaran tentang Tindak Pidana Korupsi dan Bulog patut untuk dilaporkan ke ranah hukum.

“Perlakuan ini sudah merupakan pelanggaran tentang Tindak Pidana korupsi, karena menyalahgunakan wewenang dengan mendistribusikan beras yang tidak layak dikonsumsi,” tegas Ali Yusran.

“Saya dukung langkah ALPENAS (Aliansi Peduli Kepulauan Nias) untuk membawa hal ini ke ranah hukum,” Cetus nya lagi. Diberitakan sebelumnya, kepulauan Nias dihebohkan dengan kasus pendistribusian beras rastra yang tidak layak dikonsumsi masyarakat oleh Bulog Gunungsitoli. Beras Rastra tersebut diketahui busuk, bau dan berkutu, akhirnya masyarakat penerimaan manfaat protes kepada Pihak Bulog Gunungsitoli.

Menyikapi kejadian ini, ALPENAS mendesak seluruh pihak untuk tidak tinggal diam menyikapi perlakuan Bulog Gunungsitoli, hingga akhirnya banyak Anggota DPRD Kabupaten sekepulauan Nias ikut mengecam dan bahkan melakukan monitoring langsung di gudang Bulog.

Tidak hanya itu, DPRD Gunungsitoli menggelar Rapat Dengar Pendapat, pada tanggal 19/06, dengan dihadiri oleh DPRD Gunungsitoli, Kansilog dan.jajaran Bulog Gunungsitoli, kepala Desa dan Sekdes se Kota Gunungsitoli, ALPENAS, Kapolres Nias dan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

\Dalam RDP tersebut, Kansilog sendiri mengakui kelemahan beras rastra yang tidak layak dikonsumsi, dan ia berjanji akan menggantikan beras tersebut kepada masyarakat. ALPENAS sendiri tidak puas dengan apa yang disampaikan oleh Kansilog, sebab Kansilog Gunungsitoli, tidak meminta maaf kepada masyarakat seperti yang dituntut oleh ALPENAS. Hal ini memicu kegeraman ALPENAS dan akan melakukan gugatan Class Action terhadap Bulog Gunungsitoli.

“Kita akan menggugat bulog Gunungsitoli, karena telah melakukan tindakan korupsi sebagaimana diatur dalam UU No 31/1999 junto UU No. 20/2001, pasal 3 UU.” Tegas ALPENAS. (fEsianus)