SINARPAGIAKTUAL.COM-(BANDUNG): Seorang anak laki bernama Dedi Fehdian (13), divonis 1 tahun penjara atau 12 Bulan, Namun putusan hakim tunggal Berton Sitohang, mengatakan dalam putusan tersebut tidak perlu dijalani, dalam masa waktu 2 tahun. Terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana pencabulan kepada korban berinitial W (13), yang ternyata. Keduanya telah terjalin pacaran.

Pada uraian putusan dikatakan, sebagaimana fakta persidangan, dari keterangan sakasi-saki, alat bukti, visum,  serta keterangan terdakwa.

Perbuatan terdakwa terbukti pada pasa 82 UU. No 23 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dalam dakwaan kedua..

Dalam pertimbangannya majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung, menghukum terdakwa untuk dititipkan di Panti rehabilitasi di Bogor, namun hakim memendang, bahwa panti yang ada di Jawabarat belum efektif, sehingga pengadilan mengadili sendiri untuk memvonis terdakwa.

Peristiwa cabul terjadi bermula, anatara terdakwa dan korban, menjalin pacaran, sekira bulan September, terdakwa menjemput korban, dibawa kerumah terdakwa di Jl. Pasirkoja Kota Bandung. Awalnya terdakwa membujuk rayu korban hingga terangsang, ajakan terdakwa sempat ditolak sakasi korban, lantaran takut hamil, namun akhirnya perbuatan cabul terjadi hingga beberapa kali.

Vonis hakim hukuman percobaan 1 tahun, dalam masa percobaan 2 tahun, terdakwa melalui kuasa hukumnya ,menerima sementara Jaksa pikir-pikir. Sebelum hakim menutup persidangan, menjelaskan kepada terdakwa yang didampingi oranga tuanya Endang Zaenal,” hukuman ini tidak perlu dijalani, dalam masa percobaan 2 tahun, apabila dalam masa percobaan melakukan lagi, maka akan dipenjara selama 1 tahun”, terang hakim. (Supriatin)