SINARPAGIAKTUAL.COM-(NIAS): Sungguh tak terduga Direktur CV.KSU bernisial PG lakukan tindakan yang kurang profesional, gara-gara kalah tender pada kegiatan Pembangunan Jalan Ruas Dima-Mazingo Tanese’o Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias dengan Nilai Pagu Dana Rp. 470.301.000,- (Empat Ratus Tujuh puluh Juta tiga ratus seribu rupiah) yang di menangkan oleh CV. Anggiat.

Ironisnya Direktur CV KSU bernisial PG membuang material kejurang yang pas berada di samping rumahnya, tepat jumat, 08 september 2017 sekitar pukul 12.30 wib siang dan melakukan pelemparan batu terhadap dua orang anggota CV.Anggiat yang sedang menunggu truk pembawa bahan material sekitar 15 kali lemparan yang mengenai siku dan punggung dan hal ini sudah di laporkan ke pihak Polsek Hiliduho.

Hal ini di katakan oleh Marinus Ndraha kepada Sinarpagiaktual.com di Gunungsitoli 09/09 sekitar pukul 17.00 wib sore tadi, “ Saya bersama teman saya Yubellevitian Telaumbanua sedang menunggu mobil yang membawa bahan materian berupa batu” Terus satu mobil bahan material yang kami tumpukan di depan rumahnya karena tidak ada tempat, dimana hampir seluruh lokasi telah ada batu yang sudah kian di tempatkan disana”

Lanjutnya, tiba-tiba ia melempar kami sekitar 15 kali lemparan batu, sehingga mengenai siku saya dan punggung teman saya Yubellevitian Telaumbanua di punggung dan sudah Visum di Puskesmas Hiliduho serta sudah buat laporan ke Polsek Hiliduho, terangnya.

Akibat kejadian ini maka saya trauma meneruskan pekerjaan tersebut dimana Pelakunya adalah Seorang Pengusaha, saudara anggota DPR Ri dan Anggota DPRD Kabupaten Nias, keluh martin. “Kita kan cari makan dan sesuai hasil tender di LPSE kabupaten Nias kan CV. Anggiat sebagai pemenang. Tuturnya.

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Nias Corruption Watch Samabudi Zendrato kepada Sinarpagiaktual.com melalui ponselnya mengatakan, diminta kepada Kapolres Nias agar menindak lanjuti hal ini, karena di duga pelaku sangat arogan dan tidak menerima kenyataan. Andai akibat kegagalan tender dalam pekerjaan tersebut diatas dan material telah terlanjut sudah sampai kelapangan kan bisa di koordinasikan, ungkap Samabudi.

“Minta Kapolres Nias agar menindak lanjuti hal ini karena di duga pelaku sangat arogan dan tidak menerima kenyataan, amdai gagal dal;am proses tender dan bahan material sudah terlanjur berada di lapangan, kan bisa di koordinasikan.”

Ketika Sinarpagiaktual.com  menghubungi PG melalui selulernya sore ini, tidak aktif dan saat di sms tidak ada juga  balasan.(Fesianus Ndraha)