Hamil

SINARPAGIAKTUAL.COM-(SUMEDANG): Profesi guru yang mestinya menjadi tauladan bagi warga ternyata  tercoreng oleh    oknum  pendidik berinisial SB yang mengajar SD di lingkungan UPTD Darmaraja. Hal ini terungkap  karena  oknum guru  itu   telah tega berbuat a susila menghamili perempuan berinisial IR (43) warga Dusun Keretek Desa Margamukti Sumedang Utara yang kini usia kandunganya  sudah mencapai 7 bulan tetapi ia selalu menghindar saat dimintai pertanggungjawaban.

Korban berstatus janda dengan 4  anak itu awal nya tinggal bersama orang tuanya di Margamukti dan ia mendadak pindah ke  kontrakan di Kelurahan Situ karena menghindari rasa malu akibat ia hamil atas perbuatan  biadab SB yang dikenalnya sekitar 9 bulan lalu.

Menurut keterangan sumber kepada Sinar Pagi menjelaskan  awalnya korban  IR  kenal pelaku lewat rekan seprofesi SB bernama Entar. Dan selanjutnya  berkat bujuk rayu SB lah yang berjanji akan menikahi IR hingga akhirnya IR mau diajak berhubungan intim di rumah orangtuanya hingga ia hamil.

“ Oknum guru itu selain merayu korban juga ia sempat meyakinkan kelurga korban hingga keluarga itu  merasa diperdayai”, ujar sumber di seluller (Kamis ,9/7).

Bahkan selain itu sumber pun mengutarakan jika pelaku sering menginap di rumah IR berkali-kali hingga ia sering bolos  mengajar di SD tempat ia bekerja . Selanjutnya ia pun mengungkapkan jika dalam bujuk rayunya  kepada IR berikutnya  SB sempat mengatakan  jika ia akan pindah mengajar ke SD yang lebih dekat ke rumah IR tapi rupanya omongan itu hanya merupakan akal bulus SB untuk memperdayai IR karena hal itu tidak pernah terjadi.

“ Perempuan itu kondisinya kini sangat memprihatinkan akibat ia terpedaya oleh oknum guru itu dan sekarang ia diasingkan oleh orang tuanya”,ujar  sumber.

Bahkan sumber mengatakan, “ Pihak keluarga korban    akan segera melaporkan perbuatan oknum guru  kepada kepolisian karena ia telah menghamili IR dengan segala bujuk rayunya tetapi ia tak mau bertanggung jawab”, ujar sumber lagi.

Dalam keteranganya   sumber pun mengungkapkan jika kasus ini sudah diketahui oleh pihak kepala UPTD Darmaraja hingga kepala Dinas Pendidikan Sumedang. (Jeky)