Deni

SINARPAGIAKTUAL.COM: Diduga akibat dendam terhadap kakaknya yang menjadi selingkuhan suaminya maka akhirnya adiknya menjadi sasaran. Seorang satpam Deni Wahyudin (33) yang bekerja di Islamic Center  menjadi korban amuk  Evi ( 38) yang bersuamikan Aris ( 40) yang mengaku penduduk Desa Jatihurip  yang bekerja  di perusahaan gilingan padi ( huller-red) milik H. Basar berlokasi di Dusun Badama Desa  Cimuja. Evi telah menganiaya Deni  penduduk Desa Jambu Conggeang saat sedang bertugas menjadi satpam,  perkara itu terjadi Kamis (19/9) sekira pkl. 15.00wib di depan gedung Islamic Center Kel. Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan, adapun motivasi penganiayaan itu disinyalir akibat kakak Deni sebut saja  “Mawar” telah menjadi selingkuhan  Aris  suaminya Evi selama ini.

                Tak menerima perlakuan itu maka akhirnya Deni Wahyudin melaporkan perlakuan main hakim sendiri  Evi ke  kepolisian Polres Sumedang, pelaporan Deni ini di buktikan dengan   Tanda Bukti Lapor  Polisi,  No. Pol : STBL/238/B/IX/2013/JBR/RES SMD yang ditanda tangani dan dicap oleh Brigadir  Iwan Sugriawan dengan Nrp. 84030022. 

                Sementara itu pihak pelaku Evi saat akan dikonfirmasi SINARPAGIAKTUAL Sabtu ( 21/9) ditempat kerjanya ternyata tidak ada di tempat dan menurut pengakuan suaminya Aris, mewakili Evi mempersilahkan kepada pihak Deni jika mau melaporkan ke Kepolisian.

                “ Silahkan saja  Deni jika mau melapor kan katanya sudah di visum, di Polres kan ada saudara saya Pak Ujang di satlantas Polres, saya tinggal kontek-kontek kok jika ada apa-apa”, ujar Aris.

                Selanjutnya Aris mengatakan, “Selama ini istri saya belum ada panggilan dari kepolisian manapun termasuk Polres”, ujarnya lagi.

                Sementara itu saat ditanya motivasi apa sehingga isterinya melakukan penganiayaan terhada Deni maka Aris langsung mengatakan akan tutup mulut, “ Saya akan tutup mulut tidak akan menerangkan karena hal itu akan kembali ke diri saya”, ujar Aris.

                Menurut Deni Wahyudin saat melapor kepada Polres Sumeang mengakui telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sdri. Evi dengan alasan yang tidak jelas atas tindak pidana penganiayaan dengan cara tiba-tiba ia didatangi saat bekerja menjadi satpam di Islamic Center Sumedang oleh Evi dan dipukul satu kali dengan tangan yang menggunakan jam tangan, sehingga mengakibatkan mukanya / pipi kanan mengalami luka sobek.

Sementara itu sebelumnya menurut orang tua Deni saat ditemui SINARPAGIAKTUAL di rumahnya Sabtu (21/9) mengatakan, “ Sebenarnya selain penganiayaan terhadap Deni adalagi penghinaan yang dilontarkan dari mulut Evi terhadap anak saya itu”, ujar nya.  (JEKY)