SINARPAGIAKTUAL.COM-(NIAS): Lembanga Swadaya Masyarakat Nias Corruption Wacth (LSM NCW)Nias-Indonesia bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Ban gsa Indonesia (LSM KCBI) kembali melaporkan Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias M.Ingati Nazara,  masa jabatan 2004-2009 ke Kapolri, 06 Desember 2016. Kemarin

Laporan LSM NCW dan LSM KCBI kepada Kapolri berdasarkan Surat Perjanjian Pemerintah Kabupaten Nias atas nama Bupati Nias Binahati B.Baeha,SH dengan saksi M.Ingati Nazara,A.Md selaku Ketua DPRD Kabupaten Nias  dan Drs.Baziduhu Zebua selaku Kepala Bapeda kabupaten Nias  sebagai Pihak Kedua.

Pihak pertama adalah PT.Riau Airlines selaku direktur atas nama Heru Nurhayadi dengan saksi Sutito Zainudin dan Rita wati, dengan nomor perjanjian kerjasama Nomor : 2391/DIR/XI2007 dan Nomor:  050/09/2007 di tanda tangani bersama-sama kedua belah pihak.

Dasar Pemerintah Kabupaten Nias menanda tangani perjanjian ini yaitu Berdasarkan Persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nias sesuai dengan Nomor surat ketua DPRD Kabupaten Nias M.Ingati Nazara,A.Md kepada Bupati Nias Nomor : 050/4474/DPRD tanggal 19 November 2007 perihal Persetujuan Penyertaan Modal Pemerintah kabupaten Nias Kepada PT.Riau Airlines.

Akibat dari perjanjian kedua belah pihak tersebut di atas maka masyarakat kepulauan Nias telah mengalami kerugian sebesar Rp.6 M (enam miliar rupiah), dimana Surat Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nias diduga tidak ada paying hokum yang dibuat dalam peraturan daerah (Perda) kabupaten Nias saat itu.

Kasus penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Nias ke PT.Riau Airlines ini sudah beberapa tahun terpendam di Mapolres Nias, dimana Pihak Polres Nias telah menetapkan tersangka yaitu, Bupati Nias Binahati B.Baeha, dan sampai detik ini belum di serahkan ke kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Penetapan tersangka dalam kasus tersebut patut diduga Penyidik Polres Nias diduga tidak Optimal dan tidak serius mendudukan perkara sehingga bolak-balik dari kejaksaan neger gunungsitli dikembalikan kepada penyidik polres nias hingga sekarang ini.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias M.Ingati Nazara dengan goyang kaki melenggang dan melenggong di atas penderitaan masyarakat kepulauan nias, sehingga mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias tersebut dengan lenggang menjabat Bupati Kabupaten Nias Utara hasil pemekaran tahun 20011, hasil pemilukada 20015 kemarin.

Akibat dari dugaan kurang seriusnya pihak penyidik Polres Nias dalam mendudukan kasus tersebut maka  LSM NCW dan KCBI kembali membuat laporan tertulis kepada Kapolri dalam mengusut kasus tersebut hingga ke akar-akarnya.

Anehnya lagi mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias M.ingati Nazara masih tersandung beberapa dugaan tindak pidana Korupsi pada biaya perjalanan dinas serta biaya Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah daerah puluhan juta rupiah fiktif.

Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Nias Corruption Wacth (LSM NCW) Nias-Indonesia Samabudi Zendrato kepada Koran ini mengatakan, Laporan kita sudah sampaikan langsung kepada Kapolri tentang kasus Riau Airlines dan Kapoldasu tentang kasus fiktif dana perjalan dinas serta biaya rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah kabupaten nias.

Samabudi menegaskan, diminta kepada Kapolri agar segera mengambil alih kasus Riau Airlines, karena masyarakat kepulauan nias masih bertanya-tanya apakah M.Ingati Nazara terlibat atau tidak. Andai terlibat maka dengan segera tangkap dan seret ke pengadilan dan bila tidak maka segera SP3 –kan, agar masyarakat kepulauan nias tenang.

Ketika Wartawan Koran ini melakukan konfirmasi langsung kepada Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias yang saat ini menjabat Bupati Nias Utara di Ruangannya di Lotu, baru-baru ini, Ingati menjawab dengan datar kasus tersebut sudah di tangani oleh pihak penegak hukum dan Kasus inipun sudah jadi bahan politik kemarin saat pilkada 2015.  (Fesianus Ndraha)