SINARPAGIAKTUAL.COM-(BANDUNG) : Sidang putusan perkara korupsi mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Asep Hilman,  di gelar  di  Pengadilan Negeri Tipikor Bandung  jalan LLRE Martadinata, yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Endang Makmun menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara, subsider dua bulan, dan denda Rp200 juta terhadap terdakwa  Asep Hilman . Rabu (6/9/2017).

Asep  jatuh pingsan usai mendengar vonis hukuman tersebut, tidak hanya itu, setelah Asep  pingsan, beberapa saat setelah itu istrinya juga pingsan. Asep  langsung digotong untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit.

Sidang vonis mantan Kadisdik Jabar Asep  yang terjerat kasus proyek buku aksara sunda ini juga diwarnai aksi unjuk rasa dari sejumlah organisasi masyarakat. Massa mengepung area depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Dalam putusan disebutkan, Asep terbukti bersalah. Dia juga disebut melakukan tindak pidana korupsi memperkaya diri dari pengadaan buku Aksara Sunda tahun anggaran 2010 mencapai Rp3,9 miliar.

Endang menyatakan, Asep terbukti berdasarkan dakwaan primer pasal 2 ayat (1), pasal 3, pasal 18 Undang- undang RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Terdakwa terbukti berkerjasama menjalankan tindak pinda korupsi dengan melibatkan pihak swasta. “Kesepakatan secara sistematis. Unsur perbuatan terdakwa dan korporasi telah terbukti,” sebut Endang..

Pertimbangan lainnya, lanjut Endang, untuk hal meringankan terdakwa mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum dan sopan saat menjalani persidangan. Sedangkan untuk hal memberatkan, terdakwa selaku Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, tidak memberikan teladan kepada masyarakat dalam program pemberantasan korupsi.

Asep yang mengenakan kemeja batik dan peci hitam itu terlihat pucat pasi. Dia lalu berkonsultasi dengan tim kuasa hukum dari Biro Hukum Paguyuban Pasudan yang diketuai oleh Zaim Adikusumah. Setelah itu, baik Asep  mau pun kuasa hukum  terhadap putusan tersebut menyatakan pikir-pikir . (TG)