SINARPAGIAKTUAL.COM-(BANDUNG) : Nanang Christianto Yohanes warga Perum Mekar Indah kota Bandung terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatanya setelah dituduh melakukan penipuan terhadap keponakannya sendiri.

Menurut surat dakwaan yang dibacakan JPU Catherine S.H bahwa terdakwa Nanang dituduh telah melakukan serangkaian penipuan, ironisnya penipuan tersebut dilakukan terhadap Antonius Tumbel selaku direktur PT. Cahaya Citra Cemerlang yang tidak lain adalah keponakannya sendiri. Menurut Antonius perusahaannya itu bergerak dibidang penjualan cotton combat berbagai warna. Dimana pihaknya membeli kain tersebut dari pabrik kain PT. Tri Anugerah di Jakarta dengan pembayaran tenggang waktu selama 3 bulan. Setelah itu Antonius menjual kembali kain tersebut kepada para pedagang secara eceran dengan sistem jual beli putus artinya ada barang langsung bayar.

Sekitar tahun 2015 terdakwa bertemu dengan Antonius Tumbel dan bermaksud untuk membeli kain dari PT. Cahaya Citra Cemerlang, kemudian terdakwa melakukan pemesanan sejumlah kain kepada Antonius Tumbel.

Atas pesanan itu, kemudian Antonius mengirim kain-kain pesanan terdakwa berikut nota penjualan ke toko Roket Mas Textile milik terdakwa dengan pembayaran tempo selama 2 bulan sejak nota penjualan diterima.

Dua Pengacara

Mengingat terdakwa merupakan pamannya sendiri, maka perjanjian pembayaran tersebut hanya dilakukan secara lisan. Bisnis tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Namun ditengah perjalanan timbul niat terdakwa untuk bisa menguasai sejumlah uang milik Antonius, dengan cara terdakwa melakukan pemesanan sejumlah kain seperti biasanya, namun setelah jatuh tempo tidak melakukan pembayaran. Antonius mencoba untuk menagih uang penjualan kain tersebut, kemudian terdakwa menyerahkan 6 lembar cek tunai kepada Antonius, namun ketika dilakukan pencairan ke bank ternyata cek tersebut tidak dapat dicairkan dengan alasan penolakan yaitu saldo rekening Giro tidak mencukupi.

Atas kejadian tersebut Antonius memutuskan kerjasama dengan cara menghentikan pengiriman barang kepada terdakwa sampai pembayaran sejumlah pesanan terdakwa dilunasi. Terdakwa minta kepada Antonius agar pengiriman barang tetap dilakukan dan saat itu terdakwa berjanji akan melunasi pembelian kain yang sudah diterima, dan terdakwa juga berjanji akan membayar tepat waktu semua barang yang akan datang dan Antonius pun menyetujui tetapi mengubah sistem penjualannya yang semula jual putus menjadi konsinyasi atau titip jual dengan syarat dan terdakwa menyetujui atas perubahan sistim penjualannya.

Bisnis penjualanpun berjalan lancar, namun dengan kewenangan yang dimiliki terdakwa, timbul kembali niat penguasaan uang hasil penjualan dengan cara terdakwa tidak menyerahkan uangĀ  hasil penjualan kain yang diterimanya dari pembeli sejumlah Rp. 660.186.005

Ketika Antonius melakukan pengecekan kepada pembeli kain ternyata sudah melakukan pembayaran kepada terdakwa dan terdakwa tidak menyerahkan kepada Antonius. Akibat dari perbuatan terdakwa Antonius Tumbel mengalami kerugian sebesar Rp. 660.180.005 dan terdakwa diancam pidana dengan pasal 378 KUHP jo pasal 64 (1) (Budi)