SINARPAGIAKTUAL.COM-(NIAS) : Mantan bupati Nias  Binahati B.Baeha ditahan oleh kejaksaan negeri Gunungsitoli  Sumatera Utara dan menginap di hotel prodeo Selasa, (10-10-2017) sekitar pukul 17.00 WIB.

Binahati diduga keras telah melakukan tindak pidanan korupsi yang merugikan keuangan daerah kabupaten Nias tahun 2007 sebesar  Rp. 6 milyar atas penyertaan modal pemerintah Kabupaten Nias ke PT  Riau Airlines yang kuat diduga belum  di Perdaikan.

Mantan bupati Nias periode 2001 hingga 2011 dtersebut diantar ke lembaga pemasyarakatan (LP) Gunungsitoli  di Desa Hilinaa Kecamatan Gunungsitoli  Kota Gunungsitoli  dengan mengendarai mobil dinas kejaksaan  oleh kepala seksi  intelejen  Jimmy Donovan . Kasi Pidana Khusus Yus Iman Harefa  bersama sejumlah LSM dan wartawan.

Penahanan Binahati dilakukan setelah pihak Polres Nias melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi beserta barang bukti yang sudah hamper lima tahun telah di tetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Nias namun belum ditahan, maka dengan berbagai pertimbangan maka pihak kejaksaan melakukan penahanan . Ujar Yus Iman Harefa.

Dengan berbagai pertimbangan maka tersangka ditahan selama 20 hari kedepan di LP Gunungsitoli . Baihati dengan geramnya menyampaikan sebait kalimat saat duduk di dalam mobil kejaksaan  “ Saya ditahan demi Nias, saya ditahan demi Nias” Diucapkan Baihati berulang kali.

Isteri tersangka juga tidak luput mengatakan kepada LSM dan wartawan “ Dia tidak bersalah tolong bantu beliau” sambil menaiki mobil menuju LP.  Kasus ini sudah terpendam kurang lebih 4 tahun lamanya, namun kembali mencuat sejak LSM Nias Corruption Wacht (NCW) dan LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) menyurati Kapolri pada tanggal 6 Desember 2016 tentang penanganan kasusu dugaan korupsi yang telah ditangani polres Nias pada penyertaan modal pemerintah daerah kabupaten Nias  ke PT Riau Airlines sesuai perjanjian kontrak kerjasama dengan nomor 2391/DIR/XI/2007 tanggal 22 Nofember 2007 dimana Binahati telah ditetapkan sebagai tersangka.

LSM NCW dan LSM KCBI  menyurati KPK  pada tanggal pada tangga 17 Maret 2017 dengan hal, mohon segera diambil alih kasus korupsi yang berlarut larut di polres Nias. Sekretaris LSM NCW Samabudi Zendrato  kepada media mengatakan diminta kepada kejari Gunungsitoli agar segera menetapkan tersangka baru atau mantan ketua DPRD kabupaten Nias periode 2004 -2009 yang diduga keras mempergunakan jabatannya sebagai ketua DPRD  dalam melegimitasi dan menandatangani  (sebagai saksi) pada perjanjian pernyataan modal pemerintah daerah kabupaten Nias dengan PT Riau Airlines yang menguntungkan orang lain pada tanggal 27 Nofember 2007 tanpa terlebih dahulu ditetapkan peraturan daerah Nias dan tidak berpedoman dengan undang-undang peraturan pemerintah. Peraturan Dalam Negeri  serta keputusan Gubernur  Sumatera Utara. Ujarnya tegas ( Fesiyanus)